AI Indonesia: Perkembangan, AI Buatan Lokal, dan Alat yang Paham Bahasa Indonesia

Daftar isi

Jawaban singkat

AI Indonesia per Oktober 2026 bisa dirangkum dalam tiga hal. Pertama, aturannya masih berupa Surat Edaran Etika AI tahun 2023, sementara dua Perpres AI tinggal menunggu tanda tangan Presiden. Kedua, sudah ada AI buatan Indonesia yang serius, terutama Sahabat-AI dari GoTo dan Indosat. Ketiga, sebagian besar orang tetap memakai asisten global seperti ChatGPT, Gemini, dan Claude, yang semuanya resmi mendukung Bahasa Indonesia.

Ilustrasi gugusan pulau hijau di atas laut biru dengan gelembung chat dan simpul AI di atasnya
Ilustrasi konsep: AI yang paham Bahasa Indonesia untuk pengguna di seluruh Nusantara.Gambar: Ilustrasi buatan Newly Stack (bukan buatan AI).

Artikel ini merangkum perkembangan AI di Indonesia dari sumber resmi dan media yang kami cek tanggal 25 Oktober 2026. Satu catatan jujur sejak awal: uji kemampuan Bahasa Indonesia milik Newly Stack baru punya satu run, tanggal 25 Oktober 2026, yang kami bahas di bagian bawah. Angka lain soal "AI ini paling fasih" kami ambil dari vendor, lengkap dengan batasannya. Kalau kamu langsung ingin melihat alat mana yang sedang unggul, buka peringkat AI terbaik saat ini.

Perkembangan AI di Indonesia: aturan masih menunggu Perpres

Pertanyaan pertama yang biasanya muncul: apakah Indonesia sudah punya "UU AI"? Jawabannya belum. Dasar yang berlaku sekarang adalah Surat Edaran Menteri Kominfo Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial. Dokumen ini ditetapkan di Jakarta pada 19 Desember 2023 dan tercatat di JDIH Komdigi.

Tangkapan layar halaman JDIH Komdigi untuk Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial, dengan tanggal penetapan 19-12-2023 dan tempat penetapan Jakarta
Data surat edaran di JDIH Komdigi, termasuk tanggal penetapan 19 Desember 2023. Tangkapan layar 30 Oktober 2026.Sumber: JDIH Komdigi, Surat Edaran Menteri Kominfo Nomor 9 Tahun 2023.

Sasarannya bukan pengguna biasa. Surat edaran itu ditujukan kepada pelaku usaha pemrograman berbasis AI serta penyelenggara sistem elektronik lingkup publik dan privat. Artinya, kalau kamu cuma memakai ChatGPT untuk menulis email, aturan ini tidak langsung mengikatmu. Tapi kalau perusahaanmu membangun chatbot untuk pelanggan, isinya relevan.

Sembilan nilai dalam Surat Edaran Etika AI

Isi surat edaran itu pendek dan mudah dibaca. Ada sembilan nilai yang perlu diperhatikan penyelenggara AI: inklusivitas, kemanusiaan, keamanan, aksesibilitas, transparansi, kredibilitas dan akuntabilitas, pelindungan data pribadi, pembangunan dan lingkungan berkelanjutan, serta kekayaan intelektual. Bagian tanggung jawabnya juga tegas. Penyelenggara diminta memastikan AI tidak diselenggarakan sebagai penentu kebijakan atau pengambil keputusan yang menyangkut kemanusiaan, mencegah rasisme, serta memperhatikan manajemen risiko dan manajemen krisis. Pengawasannya disebut dilakukan bersama oleh pemerintah, penyelenggara, dan pengguna.

Menurut kami, nilai yang paling praktis untuk tim yang membangun chatbot adalah kredibilitas dan akuntabilitas. Surat edaran itu menulis bahwa informasi yang dihasilkan AI harus dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan ketika disebarkan kepada publik.

Langkah berikutnya adalah dua Rancangan Perpres: Buku Putih Peta Jalan Kecerdasan Artifisial dan Etika Kecerdasan Artifisial. Menurut laporan Selular.ID tanggal 4 September 2026, Dirjen Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah menyebut keduanya "tinggal Presiden" untuk ditandatangani, dan ia menargetkan keduanya rampung tahun ini. Perpres Etika AI disebut mengatur tiga kelompok penggunaan: yang dilarang, yang butuh pengawasan ketat, dan yang berisiko lebih ringan. Menurut Edwin, aturan yang lebih teknis nantinya diturunkan lewat kementerian dan lembaga terkait sesuai bidang masing-masing. Laporan yang sama menyebut pelaku industri sudah memperoleh draf aturannya dan kini menunggu kepastian arah kebijakan pemerintah.

Diagram tiga kartu: Surat Edaran Menkominfo 9 Tahun 2023 yang berlaku sekarang, Rancangan Perpres Peta Jalan AI, dan Rancangan Perpres Etika AI, keduanya menunggu tanda tangan Presiden per 4 September 2026
Tiga dokumen yang membentuk aturan AI di Indonesia saat ini. Belum ada undang-undang khusus AI.Diagram oleh Newly Stack, dari JDIH Komdigi dan Selular.ID, 4 September 2026.

Di sisi investasi, artificial intelligence di Indonesia juga menarik modal besar, dan ini ikut membentuk wajah AI Indonesia beberapa tahun ke depan. Microsoft, misalnya, mengumumkan investasi US$1,7 miliar untuk infrastruktur cloud dan AI di Indonesia serta pelatihan AI untuk 840.000 orang, seperti diberitakan Al Jazeera pada 1 Mei 2024. Menurut laporan itu, ini investasi terbesar Microsoft selama hampir tiga dekade hadir di Indonesia, dan Indonesia punya komunitas developer terbesar ketiga di kawasannya setelah India dan Tiongkok. Al Jazeera juga mengutip studi Kearney tahun 2020 yang memperkirakan AI bisa menyumbang hampir US$1 triliun ke PDB Asia Tenggara pada 2030, dengan US$366 miliar di antaranya untuk Indonesia. Angka itu proyeksi lama, jadi anggap sebagai gambaran skala, bukan target pasti.

Pendapat kami: untuk pengguna dan UMKM, regulasi yang tertunda bukan alasan untuk menunggu. Prinsip dasarnya sudah jelas sejak surat edaran 2023, yaitu transparan dan menjaga data. Ikuti itu sekarang, dan penyesuaian saat Perpres terbit akan jauh lebih ringan.

Penggunaan AI di Indonesia menurut survei APJII 2026

Angka penggunaan AI di Indonesia sering dikutip dengan versi berbeda-beda, tergantung siapa yang disurvei. Ini salah satu sumber kebingungan terbesar saat membaca berita soal AI Indonesia. Salah satu data terbaru adalah survei APJII 2026 (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), yang dilaporkan Selular.ID pada 19 Juni 2026. Hasilnya mungkin mengejutkan: hanya 18,2% responden yang mengaku sudah mengakses layanan AI.

Per generasi, Gen Z paling tinggi dengan 29,4%, disusul Milenial 16,7% dan Gen X 7,5%. Yang lebih menarik adalah pergeseran tujuan pemakaian dibanding tahun sebelumnya:

Tujuan memakai AI20252026
Hiburan (membuat atau melihat video dan gambar)29,5%36,5%
Pendidikan dan riset43,9%30,2%
Pekerjaan dan produktivitas12,3%26,9%
Asisten suara (Siri, Google Assistant, Bixby)13,5%6,4%

Sumber: survei APJII 2026 seperti dilaporkan Selular.ID, 19 Juni 2026.

Grafik batang tujuan memakai AI di Indonesia tahun 2026: hiburan 36,5%, pendidikan dan riset 30,2%, pekerjaan dan produktivitas 26,9%, asisten suara 6,4%, dengan angka 2025 di label
Tabel di atas dalam bentuk grafik. Pemakaian untuk pekerjaan naik lebih dari dua kali lipat, pemakaian untuk belajar turun.Grafik oleh Newly Stack dari survei APJII 2026, seperti dilaporkan Selular.ID pada 19 Juni 2026.

Pemakaian untuk kerja naik lebih dari dua kali lipat dalam setahun, sementara pemakaian untuk belajar justru turun. Menurut kami, ini tanda AI mulai dipakai sebagai alat kerja harian, bukan lagi sekadar barang baru untuk dicoba.

Ada juga beda menurut gender. Survei yang sama mencatat 19,7% laki-laki memakai AI, sedangkan perempuan 16,7%. Perempuan lebih banyak memakai AI untuk membuat video atau gambar generatif (45,8%, dibanding 36,5% pada laki-laki), sementara laki-laki lebih banyak memakainya untuk pekerjaan (27%, dibanding 16,7% pada perempuan).

Lalu kenapa 81,8% belum memakai AI? Alasan terbesar adalah belum tahu teknologinya (46,6%, naik dari 35,5% tahun sebelumnya), lalu merasa tidak butuh (22,7%), dan tidak tahu cara memakainya (15,5%). Sebagian kecil lainnya belum menemukan layanan AI yang menarik, merasa AI sulit dipakai, khawatir soal privasi dan keamanan data, atau belum punya perangkat dan akses yang memadai. Jadi hambatan utamanya bukan harga, tapi pengetahuan. Itu sebabnya kami menulis panduan dasar seperti ChatGPT itu apa dan cara kerjanya, dan mengumpulkan daftar AI gratis untuk yang baru mau mencoba.

AI buatan Indonesia: Sahabat-AI dan pemain lokal

Kalau yang kamu cari adalah AI buatan Indonesia, nama yang paling penting di ekosistem AI Indonesia saat ini adalah Sahabat-AI. Menurut siaran pers GoTo, model bahasa besar ini diluncurkan di Jakarta pada 14 November 2024, dikembangkan GoTo bersama Indosat Ooredoo Hutchison. Fase pertamanya berisi model 8 miliar dan 9 miliar parameter (ukuran "otak" model) untuk Bahasa Indonesia, Jawa, dan Sunda, dan dirilis sebagai model open source agar pengembang lokal bisa membangun layanan di atasnya. CEO GoTo Group Patrick Walujo menyebut Sahabat-AI dirancang untuk memahami konteks lokal dan menutup celah yang ditinggalkan model global.

Sejak itu modelnya membesar. Di halaman GoToCompany di Hugging Face kini ada Llama-Sahabat-AI-v2-70B-IT. Menurut kartu modelnya, versi ini mendukung Inggris, Indonesia, Jawa, Sunda, Batak Toba, dan Bali, dengan lisensi Llama 3.1 Community License. Kartu model yang sama menyebut versi ini dikembangkan GoTo bersama AI Singapore dan punya panjang konteks 128 ribu token. Untuk memperkaya data Bahasa Indonesia, proyek Sahabat-AI menggandeng beberapa universitas, antara lain UI, UGM, IPB, ITB, USU, dan Udayana, serta kelompok media seperti Kompas Gramedia, Republika, Tempo, dan Hukumonline.

Tangkapan layar kartu model Llama-Sahabat-AI-v2-70B-IT di Hugging Face: diinisiasi GoTo dan Indosat Ooredoo Hutchison, dikembangkan GoTo dan AI Singapore, mendukung Inggris, Indonesia, Jawa, Sunda, Batak Toba, dan Bali, lisensi Llama 3.1, panjang konteks 128k
Kartu model Sahabat-AI 70B yang dikutip di paragraf ini, lengkap dengan daftar bahasa dan panjang konteksnya. Tangkapan layar 30 Oktober 2026.Sumber: Hugging Face, GoToCompany/Llama-Sahabat-AI-v2-70B-IT.

Sahabat-AI bukan aplikasi chat

Sahabat-AI mudah disangka "ChatGPT versi lokal". Itu kurang tepat. Sahabat-AI adalah model untuk pengembang, bukan aplikasi siap pakai. Kartu modelnya menyebut versi 70B butuh sekitar 140 GB VRAM (memori kartu grafis) untuk dijalankan penuh, dan menyarankan 4 kartu NVIDIA L40s atau 2 kartu NVIDIA H100. Itu jauh di atas laptop biasa.

Menurut kami, ini kabar baik sekaligus realistis. Baik karena perusahaan Indonesia bisa membangun layanan di atas model yang paham bahasa daerah tanpa mengirim data ke luar negeri. Realistis karena pengguna awam hampir pasti tetap bertemu Sahabat-AI lewat aplikasi pihak ketiga, bukan langsung.

Perusahaan AI lokal lain

Selain model bahasa, ada perusahaan Indonesia yang sudah lama menjual layanan AI ke bisnis. Kata.ai, misalnya, membangun AI percakapan dan menampilkan studi kasus dengan Telkomsel, Alfamart, dan Prixa. Kasus Prixa disebut menafsirkan deskripsi gejala dalam Bahasa Indonesia. Pemain seperti ini biasanya tidak muncul di daftar "aplikasi AI" karena kamu memakainya tanpa sadar, misalnya saat chat dengan layanan pelanggan.

Peta AI Indonesia: asisten global yang mendukung Bahasa Indonesia

Untuk pemakaian sehari-hari, pilihan nyata kebanyakan pengguna AI Indonesia tetap asisten global. Kabar baiknya, semuanya resmi mendukung Bahasa Indonesia. Tabel ini merangkum dukungan bahasa dan harga yang kami cek di halaman resmi tanggal 25 Oktober 2026.

AlatBahasa Indonesia (resmi)Paket gratisHarga berbayar mulai
ChatGPTTercantum di daftar bahasa OpenAIYaRp 75.000/bulan (Go)
GeminiTercantum di bahasa yang didukung GeminiYa, dengan Akun GoogleRp 75.000/bulan (Google AI Plus)
ClaudeBahasa tampilan Indonesian, bisa chat di bahasa apa punYaUS$20/bulan (Pro, tagihan bulanan)
Microsoft CopilotTercantum di daftar bahasa Microsoft 365 CopilotYa, versi gratis terbatasUS$9,99/bulan (Microsoft 365 Personal, harga AS)
Qwen ChatModel Qwen3 mendukung 119 bahasa dan dialek termasuk IndonesiaYa, gratis untuk semuaTidak tercantum di halaman resmi

Gemini AI Bahasa Indonesia

Gemini layak disebut khusus karena halaman langganannya sudah tampil dalam Bahasa Indonesia dan memakai Rupiah. Di halaman langganan Google AI, Google AI Plus Rp 75.000 per bulan memberi penggunaan 2x lebih tinggi dari versi Gratis, sedangkan Google AI Pro Rp 309.000 per bulan memberi 4x lebih tinggi. Bagi pengguna yang tidak punya kartu kredit dolar, harga Rupiah ini lebih mudah dihitung. ChatGPT juga sudah menampilkan Rupiah di halaman harganya: Go Rp 75.000 dan Plus Rp 349.000 per bulan.

Claude, sebaliknya, masih menampilkan harga dolar di halaman harganya: Pro US$20 per bulan bila ditagih bulanan, atau US$17 per bulan dengan langganan tahunan. Mau perbandingan langsung dua asisten terpopuler? Lihat ChatGPT vs Gemini. Sebelum berlangganan, cek juga halaman promo.

Seberapa bagus AI memahami Bahasa Indonesia?

Ini pertanyaan yang paling sering diajukan, dan jawabannya lebih rumit dari yang terlihat. Vendor memang menerbitkan angka. Dokumentasi Claude mencatat skor Bahasa Indonesia Claude Sonnet 4.5 sebesar 97,3% dari skor bahasa Inggrisnya, dan Claude Haiku 4.5 sebesar 94,2%. Di repositori simple-evals OpenAI, o3-high mendapat 0,898 untuk Bahasa Indonesia, sedangkan gpt-4o-mini 0,745.

Angka itu terlihat meyakinkan. Tapi lihat dulu apa yang diukur. Keduanya memakai MMLU (kumpulan soal pilihan ganda pengetahuan umum) yang diterjemahkan penerjemah manusia dari bahasa Inggris. Jadi yang diuji adalah apakah model tahu jawabannya ketika soal ditulis dalam Bahasa Indonesia. Bukan apakah model bisa menulis surat dinas sesuai EYD, membedakan "di mana" dan "dimana", atau memakai bahasa santai yang tidak kaku.

Satu lagi: model yang diuji di tabel itu sebagian sudah tergolong lama. Claude Sonnet 4.5 bahkan ditandai deprecated (tidak dikembangkan lagi) di dokumentasinya sendiri. Membandingkan angka antarvendor dari metode dan generasi model berbeda mudah menyesatkan.

Cara Newly Stack mengujinya

Karena celah itu, kami menjalankan NS-ID, benchmark Bahasa Indonesia milik Newly Stack. Suite versi pertamanya berisi 60 tugas: memahami dan meringkas teks, menulis formal sesuai EYD, mengganti register santai ke formal, terjemahan dengan jawaban rujukan, pengetahuan konteks Indonesia, dan kepatuhan instruksi. Rubriknya merujuk KBBI Daring dan EYD Edisi V, suite dijalankan ulang setiap bulan, dan skornya tidak dipengaruhi apakah sebuah alat membeli paket visibilitas di Newly Stack.

Run pertama terbit 25 Oktober 2026: 20 model dari 11 vendor, skor tertinggi 99,3, dan 12 model terpaut paling jauh 3 poin dari skor teratas. Tugas menulis dinilai juri AI dan diberi label dinilai model. Hasil lengkapnya ada di benchmark Bahasa Indonesia dan peringkat AI Newly Stack.

Tangkapan layar halaman Benchmark Bahasa Indonesia untuk model AI (NS-ID v1) di Newly Stack: 20 model diuji, 60 tugas dengan 12 contoh publik, tanggal run 25 Oktober 2026, biaya run US$11,10
Halaman hasil NS-ID v1, dengan jawaban singkat dan ringkasan run pertama. Tangkapan layar 30 Oktober 2026.Sumber: Newly Stack, benchmark Bahasa Indonesia.

Cara memilih AI untuk kebutuhan di Indonesia

Daripada mencari "AI terbaik" secara umum, mulai dari pekerjaan yang mau kamu selesaikan. Pilihan AI Indonesia dan global sudah cukup banyak, jadi kriteria yang jelas akan menghemat waktu. Berikut pegangan yang menurut kami paling praktis:

  1. Tentukan tugasnya dulu. Menulis, menerjemahkan, membuat presentasi, dan mengedit foto butuh alat berbeda. Kami punya daftar per kebutuhan, misalnya AI untuk membuat PPT dan AI untuk edit foto.
  2. Coba paket gratis minimal seminggu. Semua asisten di tabel atas punya versi gratis. Pakai untuk tugas nyatamu, bukan pertanyaan iseng.
  3. Uji dengan teks Bahasa Indonesia yang kamu kuasai. Minta ringkasan artikel yang sudah kamu baca, atau minta perbaiki ejaan surat yang kamu tahu salahnya. Dari situ kelihatan mana yang cocok.
  4. Tulis perintah yang spesifik. Hasil dalam Bahasa Indonesia jauh lebih baik kalau kamu menyebut gaya, panjang, dan pembacanya. Contohnya ada di panduan prompt ChatGPT.
  5. Perhatikan data yang kamu masukkan. Jangan tempel data pelanggan, nomor KTP, atau dokumen rahasia ke versi gratis tanpa membaca kebijakan privasinya.
  6. Hitung harga dalam Rupiah. Paket dolar terkena kurs dan pajak. Bandingkan dulu di direktori alat AI.

Satu pandangan kami: untuk kebanyakan orang, memilih AI lokal atau global bukan soal nasionalisme. Pilih yang hasilnya paling benar untuk tugasmu. Kalau tugasnya menerjemahkan ke bahasa Jawa atau Sunda, model seperti Sahabat-AI punya alasan kuat. Kalau tugasnya merangkum dokumen kerja, asisten global yang sudah kamu kuasai mungkin cukup. Untuk terjemahan sehari-hari, lihat juga cara memakai ChatGPT untuk menerjemahkan.

Ringkasnya, AI Indonesia sedang tumbuh di tiga jalur: aturan yang hampir rampung, model lokal yang makin besar, dan asisten global yang makin fasih. Data di artikel ini kami cek ulang secara berkala. Kalau ingin melihat semua aplikasi AI yang sudah kami kurasi, mulai dari beranda Newly Stack.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa AI buatan Indonesia yang paling dikenal saat ini?

Yang paling sering disebut adalah Sahabat-AI, model bahasa besar yang dikembangkan GoTo bersama Indosat dan diluncurkan pada 14 November 2024. Versi terbesarnya di Hugging Face, Llama-Sahabat-AI-v2-70B-IT, mendukung Bahasa Indonesia, Jawa, Sunda, Batak Toba, dan Bali. Selain itu ada perusahaan lokal seperti Kata.ai yang membangun layanan AI percakapan untuk bisnis.

Apakah Indonesia sudah punya undang-undang atau Perpres tentang AI?

Belum ada undang-undang khusus AI. Yang berlaku adalah Surat Edaran Menteri Kominfo Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial. Dua Rancangan Perpres, yaitu Buku Putih Peta Jalan Kecerdasan Artifisial dan Etika Kecerdasan Artifisial, per 3 September 2026 disebut Komdigi tinggal menunggu tanda tangan Presiden. Cek JDIH resmi untuk status terbaru.

Berapa banyak orang Indonesia yang memakai AI?

Survei APJII 2026 yang dilaporkan Selular.ID mencatat 18,2% responden mengaku sudah mengakses layanan AI. Gen Z paling tinggi dengan 29,4%. Alasan terbesar tidak memakai AI adalah belum tahu teknologinya, yaitu 46,6% responden.

Apakah Gemini AI bisa dipakai dalam Bahasa Indonesia?

Bisa. Halaman bantuan Google mencantumkan Indonesian sebagai bahasa yang didukung aplikasi Gemini dan Indonesia sebagai negara yang didukung. Paket gratisnya cukup dengan Akun Google, sedangkan Google AI Plus Rp 75.000 per bulan dan Google AI Pro Rp 309.000 per bulan (dicek 25 Oktober 2026).

AI mana yang paling bagus Bahasa Indonesianya?

Belum ada jawaban tunggal yang adil. Angka dari vendor memakai soal MMLU yang diterjemahkan, yang mengukur pengetahuan, bukan ketepatan ejaan atau gaya bahasa. Newly Stack menjalankan benchmark NS-ID untuk mengukur hal itu secara terbuka; hasil run pertama (25 Oktober 2026) sudah tampil di halaman benchmark Bahasa Indonesia dan peringkat AI.

Apakah aman memakai AI untuk data pekerjaan?

Tergantung data dan pengaturannya. Jangan masukkan data pribadi pelanggan, dokumen rahasia, atau nomor identitas ke asisten AI gratis tanpa membaca kebijakan privasinya. Untuk perusahaan, cek juga kewajiban di Surat Edaran Etika AI yang ditujukan kepada penyelenggara sistem elektronik.

Apa saja nilai dalam Surat Edaran Etika AI?

Surat Edaran Menteri Kominfo Nomor 9 Tahun 2023 menyebut sembilan nilai: inklusivitas, kemanusiaan, keamanan, aksesibilitas, transparansi, kredibilitas dan akuntabilitas, pelindungan data pribadi, pembangunan dan lingkungan berkelanjutan, serta kekayaan intelektual. Surat edaran itu juga meminta AI tidak diselenggarakan sebagai penentu kebijakan atau pengambil keputusan yang menyangkut kemanusiaan.

Komputer seperti apa yang dibutuhkan untuk menjalankan Sahabat-AI 70B?

Menurut kartu modelnya di Hugging Face, Llama-Sahabat-AI-v2-70B-IT butuh sekitar 140 GB VRAM untuk dijalankan dengan presisi FP16 atau BF16, dengan rekomendasi 4 kartu NVIDIA L40s atau 2 kartu NVIDIA H100. Model ini punya panjang konteks 128 ribu token. Itu jauh di atas laptop biasa, jadi pengguna awam biasanya bertemu Sahabat-AI lewat aplikasi pihak ketiga.

Sumber

Halaman yang kami baca untuk artikel ini, lengkap dengan tanggal aksesnya.

  1. JDIH Komdigi: Surat Edaran Menteri Kominfo Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisialdiakses 25 Oktober 2026
  2. Selular.ID: Dua Perpres AI Tunggu Tanda Tangan Presiden Prabowo (4 September 2026)diakses 25 Oktober 2026
  3. Selular.ID: Pengguna AI Makin Banyak di Indonesia (survei APJII 2026, 19 Juni 2026)diakses 25 Oktober 2026
  4. Al Jazeera: Microsoft to invest $1.7bn in AI, cloud infrastructure in Indonesiadiakses 25 Oktober 2026
  5. GoTo: GoTo Launches Sahabat-AIdiakses 25 Oktober 2026
  6. Hugging Face: GoToCompanydiakses 25 Oktober 2026
  7. Hugging Face: Llama-Sahabat-AI-v2-70B-ITdiakses 25 Oktober 2026
  8. Kata.aidiakses 25 Oktober 2026
  9. Gemini Apps Help: Where you can use Gemini Appsdiakses 25 Oktober 2026
  10. Google AI: Langganan Geminidiakses 25 Oktober 2026
  11. OpenAI Help Center: How to change your language setting in ChatGPTdiakses 25 Oktober 2026
  12. Claude Help Center: How to use Claude in your preferred languagediakses 25 Oktober 2026
  13. ChatGPT: Hargadiakses 25 Oktober 2026
  14. Qwen: Beranda Qwen Chatdiakses 25 Oktober 2026
  15. Claude: Pricingdiakses 25 Oktober 2026
  16. Microsoft Support: Supported languages for Microsoft 365 Copilotdiakses 25 Oktober 2026
  17. Microsoft: Copilot pricing for individualsdiakses 25 Oktober 2026
  18. Qwen: Qwen3, Think Deeper, Act Fasterdiakses 25 Oktober 2026
  19. Claude Docs: Multilingual supportdiakses 25 Oktober 2026
  20. OpenAI simple-evals: Multilingual MMLU benchmark resultsdiakses 25 Oktober 2026